Faktor utama yang membuat Pekanbaru Jadi Host yang ideal adalah ketersediaan infrastruktur olahraga yang sangat representatif. Kota ini memiliki gedung-gedung olahraga dengan standar karpet dan pencahayaan yang sudah setara dengan level turnamen internasional. Hal ini memungkinkan para atlet untuk melakukan simulasi pertandingan dengan kondisi yang sangat mirip dengan turnamen sesungguhnya. Selain itu, banyak klub besar di Pekanbaru yang telah memiliki mes atau asrama atlet yang terintegrasi dengan tempat latihan. Fasilitas seperti ini sangat krusial bagi atlet luar daerah karena meminimalisir waktu perjalanan dan memungkinkan mereka untuk fokus sepenuhnya pada jadwal latihan pagi dan sore yang sangat padat.
Selain fasilitas fisik, kualitas sumber daya manusia dalam hal kepelatihan menjadi daya tarik yang sulit ditolak. Pekanbaru kini dihuni oleh banyak pelatih berpengalaman yang merupakan mantan pemain nasional maupun pelatih yang telah bersertifikat resmi. Pendekatan latihan yang diterapkan sangat sistematis, mulai dari latihan fisik yang disiplin hingga pendalaman strategi permainan yang modern. Para atlet luar daerah merasa bahwa ilmu yang mereka dapatkan di Pekanbaru sangat kompetitif dan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah bulu tangkis di Pulau Jawa. Atmosfer kompetisi antar klub lokal yang sehat juga memacu setiap atlet untuk terus meningkatkan level permainan mereka setiap harinya, sehingga kemajuan teknis terasa lebih cepat bagi mereka yang mau bekerja keras.
Aspek biaya hidup dan keramahan lingkungan juga memegang peranan penting. Dibandingkan dengan kota-kota besar seperti Jakarta, biaya hidup di Pekanbaru relatif lebih terjangkau bagi para orang tua atlet yang harus membiayai kebutuhan pangan dan perlengkapan olahraga anak-anak mereka. Lingkungan sosial di Pekanbaru yang heterogen dan ramah membuat atlet dari suku manapun merasa cepat diterima dan dianggap seperti keluarga sendiri. Rasa nyaman secara emosional ini sangat berpengaruh pada stabilitas mental atlet. Ketika seorang atlet merasa tenang dan tidak merasa asing di tempat tinggalnya yang baru, konsentrasi saat berada di lapangan akan jauh lebih tajam dan motivasi latihan akan tetap stabil dalam jangka waktu yang lama.
Terakhir, dukungan penuh dari pemerintah daerah dan komunitas pecinta bulu tangkis di Riau menciptakan ekosistem yang sangat positif. Seringnya penyelenggaraan turnamen lokal dengan hadiah yang menarik memberikan banyak jam terbang bagi para pemain untuk menguji mental bertanding mereka. Dengan banyaknya turnamen yang diadakan, atlet tidak perlu sering-sering bepergian jauh ke luar pulau hanya untuk mencari poin atau pengalaman bertanding. Hal inilah yang pada akhirnya menciptakan siklus prestasi yang berkelanjutan. Pekanbaru bukan sekadar tempat singgah untuk bertanding, melainkan telah menjadi “rumah kedua” yang menjanjikan bagi siapa saja yang ingin serius meniti karier profesional di dunia bulu tangkis Indonesia.