Ekosistem olahraga yang sehat tidak hanya dibangun oleh para atlet yang bertanding di tengah lapangan, tetapi juga oleh orang-orang di balik layar yang memastikan setiap detak kompetisi berjalan sempurna. Di Pekanbaru, kesadaran akan pentingnya keterlibatan publik dalam mengelola sebuah ajang olahraga mulai meningkat tajam. Salah satu cara paling efektif yang dilakukan adalah dengan membuka peluang untuk menjadi volunteer turnamen. Program sukarelawan ini bukan sekadar bantuan tenaga gratis, melainkan sebuah wadah edukasi strategis bagi masyarakat untuk memahami seluk-beluk manajemen olahraga dari barisan paling depan.
Langkah inovatif yang diambil oleh PBSI Pekanbaru ini bertujuan untuk menciptakan rasa memiliki terhadap cabang olahraga bulutangkis di kalangan masyarakat luas. Selama ini, banyak orang hanya menikmati bulutangkis sebagai penonton di layar televisi tanpa memahami betapa kompleksnya persiapan sebuah turnamen, mulai dari logistik pemain, pengaturan skor, hingga manajemen media. Dengan membuka pintu bagi para sukarelawan, organisasi ini memberikan akses bagi mereka yang memiliki minat di bidang manajemen acara untuk belajar langsung di bawah bimbingan para profesional.
Target utama dari program ini adalah kaum milenial dan Gen Z, di mana antusiasme anak muda di Riau terhadap kegiatan sosial dan olahraga memang sangat besar. Mereka diberikan tanggung jawab yang beragam, mulai dari menjadi pendamping atlet (liaison officer), membantu bagian publikasi, hingga bertugas di area teknis pertandingan. Melibatkan generasi muda dalam kegiatan seperti ini sangat krusial, karena mereka membawa energi baru, kreativitas dalam pemanfaatan teknologi, serta kecepatan dalam berkomunikasi yang sangat dibutuhkan di era digital saat ini.
Strategi untuk libatkan pemuda secara aktif ini memberikan dampak ganda. Bagi PBSI Pekanbaru, keberadaan para sukarelawan membantu operasional turnamen menjadi lebih efisien dan dinamis. Sementara bagi para sukarelawan itu sendiri, mereka mendapatkan pengalaman kerja nyata, memperluas jejaring profesional, dan tentu saja, kedekatan emosional dengan dunia bulutangkis. Banyak dari para sukarelawan ini yang awalnya tidak terlalu paham mengenai aturan bulutangkis, setelah bergabung justru menjadi penggemar setia dan duta-duta kecil yang mempromosikan olahraga ini di lingkungan pergaulan mereka.